Dispar Kaltim Ajak Media Kawal Publikasi Desa Wisata

Sekertaris Dispar Kal-tim, Restiawan Baihaqi

KOBARMAHAKAM.COM, SAMARINDA — Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur mengajak media massa berperan aktif dalam memperluas publikasi terkait program desa wisata. Ajakan itu disampaikan Sekretaris Dispar Kaltim, Restiawan Baihaqi, dalam diskusi pariwisata bertema desa wisata sebagai episentrum generasi emas, yang digelar di atas Kapal Pesut Harmoni sambil menyusuri Sungai Mahakam.

Menurut Restiawan, desa wisata kini menjadi tulang punggung pengembangan pariwisata Kaltim karena bersifat inklusif dan langsung menyentuh masyarakat. Namun, ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami konsep desa wisata, manfaat ekonominya, dan peran Pokdarwis dalam pengelolaan destinasi.

“Media memegang peran penting sebagai penyambung informasi. Banyak yang masih belum paham apa fungsi desa wisata, dan di sinilah media harus hadir membantu memberikan edukasi,” ujar Restiawan, Minggu (7/12/2025).

Ia menjelaskan, desa wisata tidak sekadar label atau status administratif. Pengembangan desa wisata menuntut keberlanjutan, penguatan kapasitas pengelola, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, hingga pelaku usaha. Karena sifatnya yang berbasis komunitas, keberhasilan desa wisata sangat bergantung pada dukungan publik.

“Kalau masyarakat tidak memahami manfaatnya, desa wisata tidak akan berjalan. Karena itu publikasi harus kuat, dan media bisa membantu menjangkau audiens lebih luas,” tambahnya.

Restiawan juga menyebut peran media menjadi semakin penting karena desa wisata saat ini telah memiliki standar nasional dan sedang dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional 2026. Ia menilai narasi positif yang dibangun media mampu meningkatkan kepercayaan diri pengelola desa wisata maupun minat wisatawan.

“Kita ingin desa wisata Kaltim tampil di tingkat nasional. Tapi sebelum itu, identitas dan keunggulan desa harus dikenal dulu oleh masyarakat. Tanpa publikasi, pencapaian itu sulit terwujud,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ekosistem pariwisata, katanya, hanya akan kuat bila semua unsur saling mengisi mulai dari pemerintah menetapkan kebijakan, Pokdarwis mengelola destinasi, dan media mengawal narasi publik.

“Kita ingin desa wisata ini jadi gerakan bersama. Pemerintah menyiapkan program, masyarakat mengelola, dan media memastikan informasi sampai dengan benar,” pungkas Restiawan. (zayn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *