Produktivitas Lampaui Target, PT KKT Catat Kinerja Operasional Positif pada Semester I 2026

KOBARMAHAKAM.COM, BALIKPAPAN – PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) mencatatkan kinerja operasional yang melampaui target perusahaan sepanjang Semester I 2026. Sejumlah indikator produktivitas bongkar muat dan efektivitas pelayanan kapal berhasil melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), seiring upaya perusahaan meningkatkan efisiensi operasional di salah satu gerbang logistik utama Kalimantan Timur.

Berdasarkan data perusahaan, produktivitas bongkar kapal pada layanan domestik mencapai 28,03 box per ship hour (B/S/H) atau sekitar 121,9 persen dari target RKAP yang ditetapkan sebesar 23 box per ship hour. Sementara produktivitas bongkar crane tercatat 20,66 box per crane hour (B/C/H), melampaui target 17 box per crane hour dengan tingkat pencapaian 121,5 persen.

Selain produktivitas bongkar muat, efektivitas pelayanan kapal juga menunjukkan hasil positif. Rasio Effective Time terhadap Berthing Time (ET/BT) mencapai 74,37 persen, lebih tinggi dibanding target RKAP sebesar 72 persen. Capaian tersebut menunjukkan pemanfaatan waktu pelayanan kapal yang dinilai semakin efisien.

Direktur Utama PT KKT, Enriany Muis, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari sinergi seluruh unit kerja yang terlibat dalam operasional terminal, mulai dari pengaturan jadwal sandar kapal hingga pelayanan kepada pengguna jasa.

“Kinerja operasional merupakan cerminan kolaborasi seluruh unit kerja di lapangan. Mulai dari perencanaan sandar kapal, kesiapan peralatan, koordinasi operasional, hingga pelayanan kepada pengguna jasa harus berjalan selaras agar produktivitas tetap terjaga. Alhamdulillah, hingga Semester I Tahun 2026 kami mampu melampaui target yang telah ditetapkan perusahaan,” ujarnya.

Menurut Enriany, peningkatan produktivitas tidak hanya dipengaruhi oleh kesiapan peralatan, tetapi juga disiplin operasional dan kompetensi sumber daya manusia dalam menjalankan setiap tahapan pekerjaan.

Untuk menjaga tren positif tersebut, PT KKT terus melakukan evaluasi terhadap pola operasional. Optimalisasi penempatan alat bongkar muat, pengaturan arus kendaraan di lapangan penumpukan, hingga peningkatan koordinasi antarpetugas menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi pelayanan.

Di sisi lain, modernisasi fasilitas juga terus dilakukan. Perusahaan memperkuat pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan terminal agar proses pelayanan berlangsung lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi dengan baik. Pengembangan kompetensi pegawai melalui pelatihan serta evaluasi kinerja rutin juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan.

Sejalan dengan capaian tersebut, aktivitas peti kemas di PT KKT turut mengalami pertumbuhan. Hingga Semester I 2026, arus peti kemas tercatat meningkat sekitar 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas distribusi logistik melalui terminal tersebut.

Enriany menegaskan perusahaan tidak akan berhenti pada capaian saat ini. Evaluasi dan penyempurnaan sistem operasional akan terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan sektor logistik yang terus berkembang.

“Kami akan terus melakukan perbaikan berkelanjutan agar produktivitas operasional semakin meningkat. Fokus kami adalah menghadirkan pelayanan yang aman, andal, tepat waktu, serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pengguna jasa,” katanya.

Ke depan, PT KKT menargetkan penguatan kapasitas terminal melalui peningkatan fasilitas, modernisasi peralatan, optimalisasi pemanfaatan teknologi, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat peran perusahaan sebagai salah satu simpul logistik strategis di Kalimantan Timur sekaligus mendukung kelancaran distribusi barang di kawasan timur Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *