DAD Kaltim Tegas Tolak Kenaikan BBM, Warga Pedalaman Dinilai Paling Terdampak

KOBARMAHAKAM.COM, SAMARINDA — Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Timur menyatakan sikap menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tengah menjadi pembahasan. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memberatkan masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman.

Ketua Umum DAD Kaltim, Viktor Yuan, mengatakan kenaikan harga BBM akan berdampak langsung terhadap berbagai kebutuhan masyarakat. Ia menyebut, peningkatan harga energi hampir selalu diikuti kenaikan harga bahan pokok dan biaya transportasi.

“Kalau BBM naik, maka harga kebutuhan lain juga ikut naik. Ini tentu akan memberatkan masyarakat,” ujarnya di Samarinda, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Viktor, masyarakat pedalaman di Kalimantan Timur hingga saat ini masih sangat bergantung pada BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Transportasi darat maupun sungai sebagian besar masih menggunakan bahan bakar minyak.

Ia menilai kondisi tersebut berbeda dengan wilayah perkotaan yang mulai memiliki alternatif transportasi dan energi yang lebih beragam.

“Di daerah terpencil belum ada pilihan lain. Semua aktivitas masih bergantung pada BBM,” katanya.

Selain itu, DAD Kaltim juga menyoroti persoalan distribusi yang belum merata. Di sejumlah wilayah hulu, harga BBM bahkan sudah jauh lebih tinggi dibandingkan harga di kota.

Di kawasan Wahau, Kutai Timur, misalnya, harga BBM disebut bisa mencapai Rp35 ribu per liter, bahkan naik hingga Rp50 ribu saat pasokan terbatas.

“Kalau ada kenaikan di kota, pasti di pedalaman akan lebih tinggi lagi. Ini yang perlu dipertimbangkan,” tegas Viktor.

DAD menilai kondisi tersebut menjadi ironi, mengingat Kalimantan Timur merupakan salah satu daerah penghasil energi di Indonesia. Namun, masyarakat di wilayah pedalaman justru harus membeli BBM dengan harga tinggi.

Atas dasar itu, DAD Kaltim meminta pemerintah pusat maupun daerah mengkaji secara matang kebijakan terkait harga BBM agar tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.

Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan dapat mencari solusi distribusi agar pasokan BBM ke wilayah pedalaman tetap terjaga dengan harga yang lebih terjangkau.

DAD Kaltim menyatakan akan menyampaikan aspirasi secara resmi melalui jalur komunikasi jika rencana kenaikan BBM tetap dilaksanakan.

“Kami sangat menolak kenaikan harga BBM,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *